Latar Belakang Pendirian Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI)

cropped-Logo-APPSI_2.png APSSI sebagai organisasi yang baru berdiri pada Kongres I, Pebruari 2012 di Pekan Baru masih sangat perlu dibenahi dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan. Sebagai organisasi yang menaungi prodi sosiologi yang tersebar di berbagai PT di Indonesia, APSSI sangat diharapkan untuk berperan dalam pengembangan pembelajaran sosiologi, tidak hanya di perguruan tinggi melainkan juga di sekolah menengah, memperluas jaringan kerjasama riset atau kajian sosiologi, dan peningkatan status akreditasi program studi.
Dewasa ini jumlah prodi sosiologi sudah mencapai 98 menurut data di Dikti (2012).  Perguruan Tinggi yang telah memiliki Prodi Sosiologi masing-masing Strata satu (S1) sebanyak 78 PT, S2 sebanyak 14 PT dan sedangkan S3 sebanyak 6 PT, yaitu UI, UGM, IPB, UNPAD, UNM, dan USW. Prodi tersebut tersebar di seluruh pelosok tanah air, mulai dari Aceh sampai Jayapura, ada yang di kelola oleh perguruan tinggi negeri dan ada pula yang dikelola oleh swasta, ada yang berada dijalur kependidikan dan ada pula non-kependidikan. Ada pun statusnya, Prodi tersebut sebagian telah diakreditasi oleh BAN-PT, tetapi sebagian yang lain belum diakreditasi. Sementara itu, Prodi yang telah terakreditasi sebagian besar masih peringkat C, terutama prodi yang baru berdiri atau yang dikelola PT swasta.
Perkembangan masyarakat yang makin dinamis dan kompetitif (dromologi) memerlukan analisis secara sosiologis yang memadai, baik dalam konteks lokal, nasional maupun global. Interaksi masyarakat dunia tidak terelakkan terutama oleh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang kemudian menjadikan dunia semakin dimanpatkan, atau dalam bahasa Piliang Dunia mengalami pelipatan ata pemanpatan ruang dan waktu. Kedua kecenderungan yang kemudian disebutkan sebagai kemajuan tersebut berdampak pada relasi-relasi sosial dalam masyarakat yang terkait hamoni sosial, makna kehidupan yang semakin hedonis dan materialis dan persoalan lingkungan. Situasi dan kondisi seperti ini membutuhkan sosiolog yang memiliki ketajaman intelektual, peduli dan mampu memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat yang semakin kompleks. Sumber daya utama (sosiolog) tentu diharapkan dari lingkungan kampus yang setiap tahunnya meluluskan sarjana pada tingkat S1, S2 dan S3 (doktor).
Seirama dengan kecenderungan perubahan masyarakat saat ini, minat dan bidang kajian sosiologi pun semakin berkembang, baik teori kontemporer atau postmodern, metodologi riset maupun bidang kajian lain seperti Syber Sociology, Aging Sociology dan Public Sociology atau Global Sociology.
Karena itu, melalui asosiasi ini diharapkan sosiolog dan institusinya mampu merespon situasi kekinian, baik secara keilmuan maupun secara kelembagaan. Untuk keperluan itu, APSSI perlu bersinergi dengan organisasi sejenis atau organisasi profesi seperti IAPA, ISI, AIPI, IAI, ISKI, demikian juga LSM (NGO) dalam berbagai bidang kegiatan kemanusiaan, demokrasi ekonomi politik dan lingkungan.
Untuk itu dalam rangka meneguhkan dan memantapkan rencana aksi dan perluasan jaringan APSSI diperlukan seminar dan lokakarya sebagai satu entrypoin untuk mewujudkan kiprah APSSI bagi pengembangan keilmuan dan kepedulian untuk mewujudkan masyarakat berkeadaban (sosiologi terapan).
Posted in Umum | Leave a comment

Leave a Reply