LOGO YOGYA


KONFERENSI NASIONAL SOSIOLOGI III 

KERJASAMA

ASOSIASI PROGRAM STUDI SOSIOLOGI INDONESIA

DENGAN

IKATAN SOSIOLOGI INDONESIA

DAN

JURUSAN SOSIOLOGI FISIPOL UGM

Tema : TRANSFORMASI DEMOKRASI INDONESIA MENUJU PERUBAHAN YANG BERMAKNA”
 YOGYAKARTA 20-22 MEI 2014
Latar Belakang Kegiatan
Rentang waktu perubahan sejak reformasi, telah melahirkan gejala kemajuan yang bisa dirasakan. Selain liberalisasi politik yang ditandai kebebasan pendirian parpol sebagai hak konstitusional warga dalam berpolitik, reformasi juga mendorong akselerasi kebebasan pers sebagai salah satu indikator demokrasi bekerja. Capaian itu telah memberikan harapan baru, sekalipun sejumlah problem menyelimuti perjalanan demokrasi Indonesia. Diantaranya adalah kasus korupsi, konflik dan kekerasan (CSPS, 2009), praktik oligarkhi dalam pengambilan keputusan (Demos, 2007), bahkan politik kartel yang kian mendominasi problem representasi (Abardi, 2002) merupakan sekian banyak masalah yang kian menyusutkan energi perubahan.
Bangsa Indonesia berencana menggelar Pemilu 2014, diperkirakan tgl 9 april. Melihat gejalanya, pertarungan dan manuver politik yang dilakukan para politisi, parpol dan kelompok kepentingan makin memanas. Apalagi media massa juga kian gencar memberitakan kisah ketegangan dan perselisihan itu, hingga menyedot perhatian khalayak. Atas kecenderungan itulah, jika benar akan berlangsung Pemilu 2014 untuk memilih calon anggota Legislatif, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Presiden, maka potensi konflik dan sejumlah perselisihan kemungkinan akan terjadi. Cuma, besarannya tergantung kemampuan mengelola dan mengantisipasinya.
Ditingkat itulah, penting untuk memperdalam analisis kecenderungan perubahan ke depan dalam pintu Pemilu 20014, apakah makin menyusut kualitas perubahan yang ditandai proses pembekuan demokrasi (Sorensen, 2009) dengan segala kemunduran dan penurunan (Mitzner, 2012), ataukah terjadi transformasi demokrasi dengan lompatan perubahan yang berarti.
Dalam konteks perubahan dan dinamika sebagaimana dijelaskan diatas, perlu kiranya memperdalam substansi perubahan ke depan dalam kerangka transformasi demokrasi, agar menemukan peta problem, dan pilihan resolusi akademik dan praksis yang berkontribusi untuk bangsa. Pada peneliti, akademisi (dosen), serta para pegiat kerja sosial tentu memiliki beragam pengalaman dan pemikiran yang dapat dibedah dalam diskusi. Oleh karenanya, konfrensi ke III asosiasi program studi sosiologi dan ikatan sosiologi Indonesia yang difasilitai Jurusan Sosiologi Universitas gadjah Mada relevan dilaksana dengan arah substansi pembahasan sebagaimana dimaksud. Tradisi dan program konfrensi ini memang rutin digelar. Konferensi ini menjadi media para ilmuwan sosial, para peneliti, serta praktisi yang memiliki perhatian msalah sosial, khususnya sosiologi, untuk bertukar pemikiran, berdebat dan membangun argumen-argumen akademik dan praksis.

Posted on by apssisosiologi | Leave a comment

Pendataan Jurnal-Jurnal Sosiologi

Dalam rangka persiapan “Workshop Pengelolaan Jurnal” yang dikelola masing – masing Program Studi. yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 Mei 2014 bersamaan dengan Konferensi nasional Sosiologi ke-3 di Yogyakarta, maka diharapkan kepada seluruh Ketua Program Studi S1, S2 dan S3 Sosiologi agar dapat mengirimkan data Jurnal :

  1. Nama Jurnal
  2. Nomor ISSN
  3. Pengelola Jurnal
  4. Alamat, No Kontak dan Email Pengelola

mohon dikirimkan ke email : sekretariat@apssi-sosiologi.org

Catatan : TOR Penyelenggaran Workshop Pengelolaan Jurnal sedang dipersiapkan Pengurus APSSI Bidang Penelitian (Asep Suryana – UNJ Jakarta dan Bagus haryono – UNS Solo)

Pengurus APSSI,

Dr. M. Ridhah Taqwa (Sekretaris Umum)

 

Posted on by apssisosiologi | Leave a comment

Konferensi Nasional Sosiologi I di Palembang

  • IMG_2307
    IMG_2305
    IMG_2296
Continue reading
Comments Off

Pengurus APSSI

  • 23 Pengurus APSSI
Comments Off

TERBITAN REGULAR

JURNAL DINAMIKA PERKOTAAN — TERBIT JANUARI DAN JULI SETIAP TAHUH
JURNAL PERENCANAAN SOSIAL — TERBIT APRIL DAN OKTOBER SETIAP TAHUN

call for papers : diundang kepada smua penulis utk mengirim tulisan tentang hasil penelitian, teori atau metode untuk terbitan jurnal perencanaan sosial (JPS) ….untuk jurnal dinamika perkotaaan (JDP) ..keduanya mengikuti format 15-20 hal , huruf time news roman 12 jarak 1,5 spasi ..abstrak bhs inggris…informasi lebih lanjut hubungi redaksi vias sms Nadhra, S.Sos, MA Hp 081261915925
naskah dikirim ke email pascasosiologi@yahoo.com

Posted on by apssisosiologi | Leave a comment

SUSUNAN ACARA KONFERENSI NASIONAL SOSIOLOGI II

 

Selasa 12 November 2013

WAKTU (WITA)

AGENDA

Keterangan

12.00

Registrasi  

13.00

Pembukaan Panitia

13.30 – 14.30

Workshop Pemantapan Kurikulum Sosiologi

 

Direktur Akademik dan Kurikulum Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

14.30 – 18.00

Workshop Nasional Kurikulum Pascasarjsana Sosiologi Peserta dan Tim APSSI

 

Rabu, 13 November 2013

WAKTU (WITA)

AGENDA

09.00-09.30

Pembukaan

09.30-10.00

Coffee Break

10.00-12.00

3 orang narasumber

12.00-13.00

Ishoma

13.00-16.30

Diskusi Cluster

*peserta dapat mengambil coffee break disela acara berlangsung.

16.30-18.00

Sidang Pleno hasil diskusi cluster + pembahasan dari narasumber

19.00

Acara Bebas

 

Kamis, 14 November 2013

WAKTU (WITA)

AGENDA

08.00-16.00

Acara tentative:

1.City Tour*

2. Perjalanan ke Toraja*

Catatan : *peserta harus mendaftarkan diri sebelumnya.

3.Seminar Nasional tentang Perkotaan Jurusan Sosiologi UNHAS

4. Check out

Posted on by apssisosiologi | Leave a comment
KONFERENSI NASIONAL SOSIOLOGI II
KERJASAMA
ASOSIASI PROGRAM STUDI SOSIOLOGI INDONESIA (APSSI)
DENGAN
JURUSAN SOSIOLOGI UNIVERSITAS HASANUDDIN
 MAKASAR  12 – 14 NOPEMBER 2013
TEMA : MASYARAKAT PESISIR DI INDONESIA; KENDALA, PELUANG DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN
COVER KEGIATAN_2APSSI sebagai organisasi yang berdiri pada Kongres I, Februari 2012 di Pekanbaru, Riau selalu melakukan penguatan kapasitas kelembagaan. Sebagai organisasi yang menaungi Prodi Sosiologi yang tersebar di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia, APSSI diharapkan untuk berperan dalam pengembangan pembelajaran sosiologi, tidak hanya di perguruan tinggi melainkan juga di sekolah menengah, memperluas jaringan kerjasama riset atau kajian sosiologi, dan peningkatan status akreditasi program studi.
Memasuki pasca orde baru, pembangunan nusantara dievaluasi kembali dimana pengembangan kawasan pesisir mendapat perhatian serius. Pada saat Presiden RI yang ke-4, Abdurahman Wahid pernah dicanangkan pembangunan masyarakat pesisir sebagai semangat kemajuan bahari Indonesia. Pembangunan masyarakat pesisir sebagai bagian pengembangan negara maritim. Data dari BPS (2010) tercatat 10.639 desa pesisir dengan jumlah 1.132.152 RT,  1.870.468 jiwa. Jumlah penduduk yang miskin sebanyak 390.216 RT, 2.181.028 jiwa. Ini memberikan indikasi bahwa masyarakat maritim perlu mendapat perhatian yang lebih besar.
Setidaknya ada tiga alasan tentang urgensi mendiskusikan masyarakat maritim Indonesia. Pertama terkait dengan argumen basis kehidupan sosial-ekonomi-politik dan budaya masyarakat. Indonesia adalah negara dengan pantai terpanjang di dunia, yang perlu mengubah cara-pandang berbangsa dan bermasyarakat serta berekonomi dari darat ke lautan/pesisir. Kedua berhubungan dengan argumen kebutuhan akan orientasi nilai budaya kelautan dan pesisir. Indonesia perlu mencari format cara berpikir kelautan yang implementable, termasuk bagi para calon pemimpin bangsa yang akan segera memimpin di tahun 2014. Cara pandang baru itu diperlukan bagi Indonesia yang segera memasuki masa pembangungan jangka menengah ketiga 2015-2019 yang sangat menentukan arah perjalanan bangsa sepanjang pembangunan jangka panjang 25 tahun terakhir. Ketiga berkaitan dengan perubahan sosial tingkat lokal-global. Indonesia berada dalam pusaran perubahan sosial yang berlangsung baik di tingkat lokal, regional hingga global yang tidak terelakkan. Perubahan sosial tersebut membawa konsekuensi perubahan perilaku individu/masyarakat, perubahan struktur sosial, perubahan kelembagaan, hingga perubahan relasi-kuasa ekonomi dan politik[f1] .

TEMA DAN SUB TEMA

Tema : Masyarakat Pesisir Di Indonesia; Kendala, Peluang dan Tantangan Pengembangan
Seminar :
Topik 1
:
Kebijakan Pemerintah RI dalam Pengembangan Masyarakat Maritim”Pembicara : Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
Topik 2
:
“Kendala, Peluang dan Tantangan Pengembangan Masyarakat Maritim; Perspektif Sosiologis”Pembicara : Dr. Arif Satria (Dekan Fakultas Ekologi Manusia, IPB)
Sub Tema:
  1. Transformasi sosial, politik, dan budaya masyarakat maritim
  2. Kelompok-kelompok marjinal (misalnya kelompok perempuan, masyarakat nelayan, masyarakat adat, kelompok minoritas, dll) dan pemberdayaan masyarakat maritim
  3. Relasi kuasa global-lokal dalam penguasaan sumberdaya alam.
  4. Modal sosial dan kearifan lokal masyarakat maritim.
TUJUAN
Tujuan diselenggarakanya Konferensi Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia tahun 2013 ini adalah :
  1. Mengembangkan gagasan, kajian dan pemikiran-pemikiran Sosiologis untuk pengembangan masyarakat maritim.
  2. Mendiskusikan peluang, tantangan, kendala dan percepatan-percepatan pada pengembangan masyarakat kepulauan
  3. Menawarkan tentang pengembangan dan pemberdayaan masyarakat maritim sebagai basis kemajuan bangsa.
Konferensi Nasional Sosiologi II : http://konferensi.apssi-sosiologi.org/
 ADSADS2
Tor : TOR
Posted on by apssisosiologi | Leave a comment

Sehubungan telah selesainya buku Prosiding Konferensi Nasional I di Palembang, kami mohon agar para Pemakalah cluster dapat mengirimkan alamat pengiriman.

Demikianlah, harap maklum

Sekretariat APSSI

Posted on by apssisosiologi | Leave a comment
Alhamdulillah, Konferensi Nasional Sosiologi pertama dengan tema Kecerdasan Sosial Dalam Mengelola Konflik, telah sukses dilaksanakan di Kota Palembang pada tanggal 23-25 April 2013. Penyelenggaraan konferensi yang dihadiri lebih 90 orang dari lura Kota Palembangi merupakan wujud program kerjasama Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI) dan Program Magister Sosiologi Fakultas Ilmu social dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya. Konferensi ini menghadirkan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai pembicara Kunci dan 3 orang pemakalah utama pada sesi Pleno, masing-masing Dr. Muhammad Najib Azca mewakili akademisi (Sosiologi UGM), Dr. Imam Prasojo mewakili Aktifis (Nurani Dunia) dan Drs. Marjono, MM mewakili Praktisi (BNP2TKI).
Panitia konferensi nasional sosiologi perdana ini telah menerima 50 makalah yang terdiri dari 6 klaster, yaitu: 1) Konflik Sumber Daya Alam 13 makalah; 2) Konflik Komunal 11 makalah; 3) Konflik politik dan demokratisasi 5; 4) Konflik Industrial 8 makalah; 5) Konflik Gender 6 makalah dan 6) Konflik dan kekerasan kaum muda 7 makalah. Keenam klaster ini kemudian di kelompokkan menjadi 4 buku prosiding. Buku Pertama, Konflik Kekerasan Kaum Muda dan Konflik Gender; Buku kedua Konflik Industrial dan Konflik Politik-Demokratisasi; Buku ketiga, Konflik Komunal dan Buku Keempat Konflik Sumber Daya Alama (SDA). Continue reading
Posted on by apssisosiologi | Leave a comment

Untuk mengakomodasi permintaan dari Peminat/Pemakalah, Panitia memperpanjang masa penerimaan makalah sampai dengan tanggal 10 April 2013

Posted on by apssisosiologi | Leave a comment